Pengalamannaik becak yang mengasyikkan terjadi lagi. Becak melewati jalan yang tergenang air. Banjir di pelabuhan Muara Angke. Tak tanggung-tanggung. mau ke singapore naik singapore airlines pasti jauuuh lebih mahal dibanding kita naik Air Asia. Cepat tanggap juga terhadap semua promo maskapai. Maskapai-maskapai utama juga sering
Sudahlama saya pengin naik Singapore Airlines alias SQ, tapi ya tidak pernah kesampaian wong duitnya hanya cukup untuk budget airline saja. Ketika Si Ayah dibayari naik SQ ke Washington DC awal tahun ini, saya iri banget. Disclaimer: Cerita ini berdasarkan pengalaman kami ke Bali tanggal 5-6 Maret 2016. Kebijakan operasional Grab atau
PengalamanSaya Bln 6 Naik SQ dari Osaka , ngak tau sekarang masih berlaku apa ngak , saya naik SQ pake PCR Saliva yang Ada Setifikat bhs Inggris. Dan saya lengkapi dengan Terjemahan yang di Download dari Mofa .
cash. Hai! Senang sekali bisa mereview pesawat full service dengan tujuan luar negeri, kali ini penerbangan dengan rute Jakarta CGK – Bangkok BKK. Berhubung naik pesawat Singapore Airline, sudah pasti akan transit dulu di Singapore. Kalau kamu juga akan transit di Bandara Changi Singapore, jangan lupa untuk menikmati beberapa fasilitas gratis di Changi Airport yang tersedia ya! Mulai dari penjelasan rutenya, itinerary perjalanan gue seperti ini CGK – SIN pukul GMT+7 – GMT +8 menggunakan pesawat SQ 951SIN – BKK pukul GMT +8 – GMT +7 menggunakan pesawat SQ 714 Jadi dengan begitu gue memiliki dua pengalaman berbeda sekaligus dengan pesawat Singapore Airlines. Sejujurnya naik pesawat ini adalah salah satu impian gue, karena terkesan mewah, high class dan mahal. Apalagi kalau dibandingkan dulu gue traveling ke luar negeri umumnya pake pesawat low cost carrier Air Asia. Harga Naik Pesawat Singapore Airline Dulu yang terpikirkan sama gue adalah “kapan ya gue bisa naik singapore airline?” karena memang bayangan gue tiketnya mahal. Bahkan lebih mahal dibanding harga tiket Garuda Indonesia pesawat termahal di rute domestik Indonesia. Secara Negara Singapore aja biaya hidupnya lebih tinggi kan dibanding Indonesia hahaha. Tapi seberepa mahal sih tiket pesawat SQ? Well, gue beli tiket ini di OTA dengan harga yang cukup murah. Harga penerbangan PP Jakarta-Bangkok hanya Rp Hanya? Yes, hanya! Karena sekarang harga ke Bangkok dengan pesawat LCC aja sudah 3jt-an. Bayangin deh bayar naik pesawat LCC yang nggak dapat bagasi, nggak ada makanan, pesawat lebih kecil, leg room lebih kecil, dan itu semua dengan harga yang kurang lebih sama? Ya murah banget lah! Hahaha. Ini juga karena sebenarnya gue dapat diskon 1jt dari harga aslinya itu Rp Senangnya dalam hati~ Persiapan Sebelum Naik Pesawat Penerbangan terpagi yang gue lakukan di tahun ini, jam WIB! Dengan begitu gue harus tiba maksimal jam WIB karena ini adalah penerbangan internasional yang mengharuskan gue melewati imigrasi. Bahkan rekomendasinya sih datang 4 jam sebelum keberangkatan, which is jam Wow nggak dulu deh makasih hahaha. Tapi perlu digaris bawahi, rekomendasi 4 jam sebelum ini memang tetap perlu dipertimbangkan ya, terutama ketika jadwal pesawat berbarengan dengan banyak pesawat lainnya di rute atau maskapai yang berbeda. Wah itu penumpang pasti pada numpuk sih. Makanya penting untuk kita melakukan online check-in sehari sebelumnya, agar terhindar dari kepadatan penumpang di hari H. Online check-in bisa dilakukan via aplikasi OTA tempat kalian memesan jika tersedia, aplikasi maskapai, ataupun via website maskapai. Yang kamu perlukan hanya kode booking atau tiket ID dan nama belakang penumpang. Untungnya melakukan online check-in adalah kamu tidak perlu mengantri lagi di counter check-in, hanya perlu drop bagasi, lalu yang kedua adalah kamu bisa memilih menu makanan saat di pesawat nanti jika ada preferensi tertentu seperti makanan halal, vegan, vegetarian atau lainnya. Lalu pastinya juga kamu bisa lebih leluasa memilih nomor kursi selama belum diambil sama orang lain. Pesawat Singapore Airline Jakarta – Singapore Setelah melewati imigrasi di Indonesia, gue langsung menuju gate 7 sampai dipanggil waktu boarding. Seharusnya gue boarding pukul WIB, tapi ternyata waktu boarding lebih cepat dari perkiraan, sekitar jam para penumpang sudah dipanggil untuk masuk ke dalam pesawat. Ternyata secara historis memang penerbangan Singapore Airline dari jakarta ke Singapore ini sering banget early departure. Berhubung gue duduk di no. 56 E yang masuk ke dalam group seat 4, maka gue dipersilahkan untuk masuk dulu ke dalam pesawat. Tentunya beda jalur dengan penumpang first class maupun bisnis ya hahaha. Walaupun dipanggil awal-awal tetap saja pintu masuk kami berbeda hahaha. Pesawat SQ 951 adalah pesawat dengan tipe Boeing 777-300 Extended Range B777-300-er-r dengan empat tipe kelas. Tipe kelas tersebut adalah Fist classBusiness classEconomy premium classEconomy Salah satu pesawat terbesar yang gue naikin. Bayangin aja kalau pesawat domestik umumnya punya 2 pintu darurat yang berada di tengah badan pesawat, pesawat SQ 951 ini punya 10 pintu darurat! Tepat sebelum masuk ke kabin, sudah disediakan earphone untuk para penumpang ekonomi yang bisa diambil masing-masing satu buah. Earphone ini juga nantinya bisa dibawa pulang karena bisa digunakan untuk personal devices. Jadi nantinya earphone ini bisa diadjust hingga bisa cocok dengan jack Sewaktu gue berjalan menuju kursi gue di dalam pesawat, gue merasa image yang gue pikirkan tentang Singapore Airline tergambar sesuai ekspektasi. Pesawat mewah dengan perlengkapan yang modern, pramugrari yang ramah dan sigap membantu, area tempat duduk dan kabin yang bersih, serta kabin pesawat yang wow besar banget ya! Formasi duduk untuk tipe kelas ekonomi adalah 3-3-3, dan gue duduknya di tengah di row tengah! Benar-benar berada di tengah pesawat hahaha. Untungnya gue duduk bersebelahan dengan ibu dan anak yang terpisahkan oleh gue? mereka sama sama duduk di alley. Jadi dengan ramah ibunya minta untuk tukar tempat duduk. Ya gue dengan senang hati ya untuk pindah, karena di case gue jadi lebih enak. Gue bisa duduk di alley, tidak lagi terhimpit oleh orang asing yang kalau ngobrol jadi nengok ke arah gue semua, udah gitu gampang kalau mau ke WC, lalu si ibu bisa dekat dengan anaknya hehe. Menu Makanan Sarapan di Pesawat Singapore Airline Ini dia yang selalu gue tunggu setiap kali melakukan penerbangan dengan pesawat yang menyediakan in-flight meal. Mungkin bagi sebagian orang makanan di pesawat itu tidak enak, bahkan ada juga yang memilih untuk skip makan di pesawat. Berbeda dengan gue yang selalu menanti-nantikannya sambil berpikir “pilihan menu kali ini apa ya?” Sarapan pagi ini kita diberikan dua opsi, pertama omelete dengan sosis ayam, kedua mie ayam. Gue pilih omelete dengan sosis ayam, yang ternyata di dalamnnya ada kentang juga. Selain itu, semua hidangan juga mendapatkan buah dan juga pilihan minum mulai dari air putih, teh atau kopi. Penerbangan Singapore – Bangkok Bersama Singapore Airlines Penerbangan selanjutnya menuju Bangkok menggunakan tipe Airbus A350-900 dengan tiga tipe kelas BusinessEconomy premiumEconomy Berbeda dengan pesawat sebelumnya, di pesawat SQ 951 ini memiliki 8 pintu darurat saja. Cuman sekilas dari penglihatan sih nggak keliatan kalau pesawat ini lebih pendek ya haha. Formasi duduknya pun sama, yaitu 3-3-3. Kali ini gue duduk di 65K, agak jauh banget ke belakang, tapi bisa dapat kursi di dekat jendela. Senangnya dalam hati~ Jujur aja, gue suka banget berada di pesawat, bisa sambil ngeliatin pemandangan di bumi dan juga bisa melihat awan. Jadi berasa aja kalau kita tuh kecil banget di dunia ini, ya kok masih bisa ngerasa sombong? Kalau pesawat pagi tadi itu early departure, pesawat sore ini malah telat untuk waktu boardingnya. Hal yang bikin lama salah satunya adalah pemeriksaan terakhir sebelum check-in. Selama gue terbang dari bandara changi ini memang peraturannya lebih ketat dan amat sangat diindahkan. Laptop harus dibuka, semua perhiasan juga harus dilepas, bahkan kadang sepatu juga harus dicopot. Untungnya masih kekejar untuk bisa boarding semua penumpang, sehingga waktu keberangkatan pun tepat waktu. Perjalanan kali ini terasa sekali ada turbulence, berasa kayak ngelewatin polisi tidur dan jalanan aspal yang udah bolong-bolong. Perihal ini juga sudah diumumkan sebelumnya oleh pilot sesaat sebelum take off. Keren juga ya bisa tau loh perkiraan nantinya perjalanan akan terasa bumpy. Menu Makanan Pesawat singapore Airline CGK – BKK Sebenarnya gue agak bingung juga sih ini masuk ke waktu makan apa, karena berangkat jam 5 sore lalu sampainya pun masih belum jam makan malam. Mungkin bisa dibilang ini makan sore menjelang malam kali ya hahaha. Sewaktu pramugari datang ke kursi gue dan menanyakan pilihan makanan, sejujurnya gue nggak denger dia ngomong apa hahaha. Tapi gue ngeh kalau ada menu chicken pasta, karena cuma itu aja yang didenger, jadi yaudah pesan itu saja. Asli ini kenyang banget, pastanya pakai jenis penne lalu ada potongan daging ayamnya juga. Disamping itu juga kami dikasih es krim! Segar sekaliii. Nah untuk makan diluar jam sarapan, umumnya akan diberikan lebih banyak opsi untuk minuman. Contohnya adalah soft drink, jus, beer dan wine. Fasilitas di dalam Pesawat Kok review fasilitas pesawatnya nggak dipisah kan pesawatnya beda? Iya betul, tapi secara umum fasilitas yang ada di kedua pesawat ini sama saja. Hal yang jadi perbedaan besar hanyalah ukuran pesawat, tipe kelas, dan model kursi pesawat. Pesawat SQ 714 rute SIN-BKK terkesan lebih “jadul”, cup holder masih sama berada di sisi kanan, colokan earphone dan charger letaknya agak sembunyi di bawah layar entertainment. Lalu untuk navigasi layar TVnya pun hanya bisa dilakukan via touch screen. Sedangkan pesawat SQ 951 rute CGK – SIN sudah menggunakan remote yang ter-attach di kursi penumpang. Selain itu tidak ada perbedaan yang berarti diantara keduanya. Jadi apa saja fasilitasnya? Yuk simak 1. In-Flight Entertainment Hal pertama apa yang kamu lakukan ketika sudah duduk di pesawat? Gue paling suka untuk langsung pasang sabuk pengaman lalu mencari film yang akan ditonton selama penerbangan. Jadinya ya langsung ketuk layar di depan gue hahaha. Film-film yang ditawarkan oleh SQ sangat up-to-date, gue melihat film The Menu yang baru banget release akhir tahun 2022 sudah bisa ditonton di pesawat. 2. Toilet Bersih Dengan Amenities Sudah pastilah ya yang namanya pesawat ada toiletnya, posisinya pun ada di setiap pembatas tipe kelas baik di sisi kanan maupun kiri. Jadi nggak perlu berebut antar penumpang. Untuk penerbangan < 4 jam, kita tidak akan diberikan amenities seperti selimut, kaos kaki, penutup mata, penutup telinga, lotion dan sikat gigi seperti ketika gue terbang bersama Turkish Airline kemarin. Tapiiiii jika kamu membutuhkan perlengkapan tersebut, bisa banget kok minta ke pramugarinya, nanti akan diberikan sesuai request. 3. Earphone yang Bisa Dibawa Pulang Seperti yang gue udah sebutkan di paragraf awal, earphone yang kamu dapatkan saat terbang bersama SQ bisa dibawa pulang dan bisa digunakan di perangkat pribadi seperti laptop ataupun hp yang punya colokan Jack Tujuan utamanya sih biar kita lebih eco-friendly, tidak menggunakan earphone sekali pakai. Jadi kamu bisa gunakan lagi earphonenya ketika terbang bersama SQ. Sekaligus bisa jadi oleh-oleh dan kenangan yaa kalau kita udah pernah naik SQ hehe. Nah kalau kamu memang mau membantu misi SQ ini berhasil, kamu hanya perlu mengambil 1x ya lalu disimpan dengan baik, dan ketika penerbangan selanjutnya tidak perlu ambil lagi. Cukup membawa earphone yang dulu, karena kalau setiap naik pesawt diambil yang baru yaa jadi sama aja dong yaa hahaha. Akhir kata, itulah dia pengalaman naik Singapore Airlines di tahun 2023. Gue sangat menyukai perjalanan gue bersama SQ dan sangat berharap bisa terbang lagi bersama SQ. Kemana yaa enaknya?
Beberapa waktu lalu tersebar foto syahrini sedang naik pesawat di yang terlihat seperti pesawat pribadi maupun pesawat komersial dengan kelas bisnis. Walaupun netizen tidak terlalu terkejut dengan tingkah laku penyanyi Indonesia satu ini tapi tetap saja di akun instagramnya terdapat banyak pro dan kontra yang membahas tentang foto Syahrini tersebut. Di sinilah yang namanya internet bisa membuai banyak orang bahkan setelah dikonfirmasi ternyata Syahrini bukan hendak bepergian ke suatu negara melainkan dia sedang menjalani sesi pemotretan untuk sebuah agensi iklan di Indonesia. Terlepas dari banar atau tidaknya berita itu yang namanya selebriti tetaplah selebriti, eksistensi di dunia maya dimana mereka bisa dipandang sebagai orang yang berada di kalangan jet set tentunya bisa menjadi branding tersendiri bagi mereka, yuk lihat foto Syahrini berikut ini Ayo pada kerja yang giat biar bisa naik pesawat kaya begini 🙂 Kalau Ga’ Kontroversi Bukan Syahrini Namanya Sudah ya lihat foto Teteh Syahrininya, kali ini kita mau cerita tentang pengalaman terbang beneran dari seorang laki-laki bernama Derek Low yang berani menggelontorkan uangnya untuk sebuah pengalaman tidak terlupakan yang dia ingin raih, yaitu terbang dengan Suite/First Class sebuah maskapai bintang 5 ternama dunia apalagi kalau bukan Singapore Airlines. Seorang warga negara Singapura ini mengembangkan sebuah aplikasi liburan bagi para traveler hingga kemudian berpetualang adalah salah satu pekerjaannya. Walaupun jauh dari kesan Jet Set seperti Syahrini, pria muda ini justru memilih untuk membayar biaya perjalanannya dengan harga yang spektakuler. Untuk pulang pergi Changi Singapura ke JFK Airport di New York, Derek merogoh uang senilah SIN$23,000 atau kisaran Rp. baca 250 juta rupiah dan dasarnya seorang blogger maka dia mendokumentasikan pengalamannya ini melalui blognya biar hal ini menjadi pembelajaran kepada setiap orang. Tapi tahukah anda bahwa pria ini bukan membayarnya secara tunai karena rasanay mustahil sebagai orang biasa untuk membiayai perjalanan semahal ini, jika tidak hutang bank mungkin menjual rumah baru bisa naik maskapai bintang 5 ini. Tidak hilang akal maka jalan satu-satunya adalah dengan menukarkan point Frequent Flyer yang dimilikinya untuk sebuah perjalanan tak terlupakan yang akan anda simak berikut ini Pengalaman ini dimulai ketika pada tahun 2008 Singapore Airlines membuka Suite Class melalui maskapai terbaru buatan Airbus yang dibelinya yaitu A380, sebuah pesawat jumbo yang memiliki 2 tingkatan hingga untuk naik ke pesawat ini pengelola bandara Changi di Singapura sampai membuat gedung khusus. Penerbangan menggunakan Singapore Airlines dengan pesawat A380 ini berlokasi di terminal paling baru yaitu T3 atau Terminal 3. Dan akhirnya pada tahun 2014 Derek Low melakukan reservasi untuk membeli layanan kelas 1 ini untuk tujuan ke New York Amerika Serikat, silahkan lihat dokumentasi Derek berikut ini Tentunya anda sudah tahu bahwa maskapai yang satu ini memang terkenal dengan harganya yang mahal jika dibandingkan dengan maskapai sepantaran seperti Garuda Indonesia, Emirates, Qatar Airways, Etihad, Qantas dan lain sebaginya. Tapi di sisi lain Singapore Airlines juga dikenal dengan pelayanannya yang prima dimana anda bisa dilayani oleh The Best Crew in the World yang akan dengan siap membantu anda dari mulai datang di kabin pesawat, menyuguhkan hidangan maka menggunakan daftar menu, hingga kursi pesawat yang nyaman dan cocok untuk anda yang terbang jauh lebih dari 5 jam perjalanan. Untuk memanjakan penumpangnya, Singapore Airlines bahkan memberikan ruang serta akses masuk khusus bagi para penumpangnya yang rela membayar uang perjalanannya dengan harga yang selangit, hal itu dimulai dari area tunggunya yang sudah diberi label The Private Room hingga petugas check in khusus yang hanya melayani tamu dari dari First Class saja . Pengalaman ini berlanjut dengan sajian menu di ruang tunggu yang akan membuat anda semakin tergiur ketika anda membaca blog ini, kita lihat menu makanan yang dipesan Derek di ruang tunggu privat Singapore Airlines Menu Sate Ayam dan Domba yang Disajikan Khusus dengan Segelas Champagne Dilanjutkan dengan Menu Lobster dengan Tamburan Keju Cheddar di Atasnya Dan Menu ke 3 Berupa Daging Burger Impor Amerika yang disertai Telur Mata Sapi Setelah menghabiskan ketiga menu makannya kini saatnya Derek boarding dan masuk ke dalam kabin pesawat untuk sebuah perjalanan liburannya yang tidak terlupakan ini. Seorang pramugara bernama Zafrullah Gulam memperkenalkan diri bahwa dia yang akan melayani Derek selama penerbangannya ke New York, pria ini sudah 19 tahun mengabdi di dunia penerbangan dan pernah melayani Leonardo di Caprio dan Morgan freeman di Suite Class, dan inilah yang terlihat ketika Derek masuk ke dalam kabin pesawat A380 Kabin 1st Class Selalu Menggunakan Bilik Agar Setiap Penumpang Memiliki Privasi Derek memilih kursi di row tengah agar memungkinkan untuk dibuka sekatnya sehingga dia bisa dapat 2 seat sekaligus Welcome drink berupa Dom Perignon Dan tentu saja koran gratis dari berbagai jenis Muka bahagia ketika pertama kali merasakan pengalaman terbang dengan pesawat super mewah Buat memanjakan telinga penumpang-pun SQ sebutan untuk Singapore Airlines Bekerjasama dengan brand Bose untuk memfasilitasi headphone Tas cantik ini berisi cologne, sabun muka, dll untuk menyegarkan wajah dan tubuh para penumpang selama di penerbangan Kabin yang lapang memungkinkan setiap penumpang untuk bisa selonjor selama penerbangan Merasa sudah nyaman dengan “rumah barunya” yang akan ditinggali selama lebih dari 10 jam ini Derek-pun langusng memesan minuman lain untuk membuat dirinya makin nyaman, dan perlu anda tahu bahwa semua fasilitas ini sudah termasuk dalam pembayarannya di awal. Inlah bentuk daftar menu makanan di dalam pesawat A380 Senagkir kopi hangat dan semangkuk sajian kacang mete dirasa cukup untuk menghangatkan badan Welcome drink sudah, bersantai sejenak sudah dan saatnya Derek memesan 1 set makanan lengkap mulai dari Appetizer, Main Course dan Dessert. Tampaknya pria ini tidak ingin kesempatan untuk menikmati penerbangan ini terbuang sia-sia karena itu dia memesan 1 set menu yang cukup lengkap dan inilah yang dia dapatkan Menu pembuka Malossol Caviar with Lobster-Fennel Salad, Derek Pesan sampe 2 piring Masih Menu Apptizer Duck Foie Gras with Shaved Fennel-Orange Salad, Beetroot, and Mizuna Main Course Mie dengan Sup Ikan Hidangan penutup Vanilla Bavarois with Raspberry Coulis Puas? ya inilah kenapa sering disebut bahwa uang bisa membeli segalanya, jika di Air Asia kita bahkan harus menambah bayar untuk segelas milo hangat dan jelas nambah bayar lagi untuk 1 set makanan yang disajikan hanya dengan bungkus alumunium, tapi di maskapai ini anda bisa pesan makanan sampe ada tidak bisa bangun. Setelah makan dengan manu super kunyang ini Derek minta kepada salah satu kru kabin untuk mengantarnya jalan-jalan dan mengetahui lebih jauh tentang kehebatan pesawat A380 yang dikenal sebagai pesawat paling besar dan paling mewah hingga saat ini. Dan tahukah anda apa yang terjadi setelah Derek pulang ke kursi nyamannya? Lampu kabin sudah dimatikan dan hanya dinyalakan 1 spot light Terlihat Zaf dan salah seorang pramugari sedang menyulap kabinnay menjadi tempat tidur Dan inilah bentuk tempat tidur Derek selama perjalanan ek New York Tampilan lain kabin tempat Derek duduk Nyamaaannn Nyamannn Banget!!!! Ada tombol “Don’t Tisturb” jika anda tidak ingin dibangunkan selama penerbangan Ini kamar mandi Derek selama di penerbangan Setelah melewati perjalanan lebih dari 7 jam yang menyenangkan pesawat jumbo ini harus transit dulu di Frankfurt dan seluruh penumpang Suite Class dipersilahkan untuk singgah di Lounge Private milik maskapai penerbangan Luftansa dimana terdapat Spa dan Air Panas untuk para penumpang Suit Class menyegarkan badan dan pikiran selama 2 jam menunggu…..What a Life!!! Hingga akhirnya jam menunjukkan puul 8 pagi dan pesawat Singapore Airlines akan melanjutkan penerbangannya kembali menuju JFL International Airport di New York dan lihat menu sarapan pagi yang dipesan Derek berikut ini Lobster Thermidor with Buttered Asparagus, Slow-roasted Vine-ripened Tomato, and Saffron rice Sepiring cantik dessert menyegaran untuk memulai hidup anda di langit biru Menu makan siang Derek terakhir sebelum akhirnya mendarat di JFK Airport – Grilled Prime Beef Fillet designed by celebrity chef Alfred Portale. Seandainya Boma Singapore Airlines tahu bahwa saya mengulas tentang maskapainya ini lalu perusahaan mereka memberikan voucher saya dan istri untuk terbang gratis dengan Suite Class tentu saya akan dengan senang hati menerimanya dan kembali menceritakan pengalaman saya sendiri terbang dengan masakapai penerbangan yang sudah lebih dari 7 tahun saya mengidam-idamkannya. Hufff….Derek memang sungguh beruntung karena penerbangan kali ini jelas akan teringat selamanya, Matahari tetap bersinar ketika suara pramugara mengumumkan bahwa jumbo jet ini akan turun dari ketinggian 36,000 kaki karena sudah memasuki langit Amerika dan tinggal menunggu beberapa menit lagi, A380 akan mendarat di pulau Manhattan dan langsung menuju ke JFK International Airport. Semoga cerita ini mengispirasi kita semua, bahwa setaiap pengalaman di dunia ini memang layak untuk dicicipi jika hal itu memang bernilai bagi anda atau sudah merupakan impian anda sejak lama “Just Do What You Love and Love What You Do” cause this New York Baby!!! Bima Professional wedding photographer and blogger since 2010 who put a concern to write a story about photography, traveling, culinary, and hospitality services
Bulan Desember sudah tiba. Seperti yang telah direncanakan, kami sekeluarga bertolak ke Bangkok untuk melanjutkan studi S3. Awalnya kami mau berangkat bertiga bersama anak kedua yang berusia 8 bulan. Anak pertama kami, Tika, mau dititip ke rumah utinya. Eeee, tiga minggu sebelum berangkat si Tika ternyata bermasalah di sekolah. Yang awalnya ceria dan aktif, dia tiba-tiba berubah nggak mau ngerjain tugas di sekolah. Kata gurunya setelah dicurhati, Tika sedih karena nggak ikut ayah ibunya ke Thailand. Singkat cerita, kami mengubah rencana menjadi boyongan semua satu keluarga ke Bangkok. 😂 Tiket dan hotel yang awalnya cuma beli 3 suami, saya, dan anak kedua, akhirnya nambah 1 susulan yaitu untuk Tika. Udah bawa bocah-bocah, ditambah berangkat di masa pandemi begini, tentu anggaran jadi bengkak. Tapi memang hitungan matematika Allah beda dengan hitungan manusia. Lain kali mudah-mudahan bisa cerita tentang budget ini ya.. Siapa tahu bisa membantu kawan-kawan lain yang mau studi di Thailand membawa keluarga. Di masa COVID, pilihan penerbangan menjadi lebih terbatas. Kalo ada Air Asia mah rencananya pilih itu saja, kan murah ya hehehe. Terlebih, alasan kami ke Thailand adalah biar kalo pulang kampung nggak mahal-mahal banget biayanya. Tetapi karena COVID, sekarang ini penerbangan yang ada hanya maskapai premium, yaitu Garuda Indonesia dan Singapore Airlines. Berdasarkan hasil diskusi dengan teman-teman lain di Bangkok, rata-rata mereka hanya memakai dua maskapai tersebut. Dengan budget yang minimalis, akhirnya kami menjatuhkan pilihan pada Singapore Airlines. Kenapa? Karena harga tiketnya setengahnya Garuda, hehehe. Dengan maskapai Singa ini, harga tiket per orangnya sekitar 2-3 juta. Beda dengan Garuda, harga tiketnya bisa sampai 7 juta, walaupun bisa diskon pelajar jadi 4,5 juta. Yaa masalahnya bawa anak kan harga tiketnya full, lumayan banget selisihnya kaaan hehehe. Bedanya, kalo naik Singapore Airlines kita transit dulu di Changi Airport, sedangkan Garuda Indonesia pesawatnya direct ke Suvarnabhumi Airport Bangkok. Oia, Singapore Airlines menyediakan bagasi sebesar 25kg untuk dewasa dan 10kg untuk baby. Karena Tika dibelikan tiket terpisah dan berbeda kelas, khusus dia dapat bagasi 30kg. Sampailah kami di hari keberangkatan. Setelah check-in, kami baru tahu kalau disabilitas dan keluarga yang bawa bayi didahulukan boarding. Akhirnya kami melenggang duluan daripada penumpang lain untuk naik pesawat. Enaknya, kalo bawa bayi, kita ditempatkan di tempat duduk paling depan dengan space yang lega. Space itu sebenarnya tujuannya untuk diisi bassinet boks bayi as requested sebagai fasilitas penumpang dengan bayi. Kereeen ya. Sesampai di kabin, Tika dan Gigi dikasih paket mainan ama pramugarinya. Si Tika yang TK dikasih activity pack, sedangkan Gigi dikasih boneka kecil. Terharu banget, aku saja tidak terpikir bawa mainan di atas kabin, hiks. Ini bentuk activity set singapore airlines. Di dalemnya ada pensil warnanya juga, lho. Ini boneka rusa kecil buat si baby. So sweet! Emang ndeso ya belum pernah naik pesawat dengan TV, hari itu kita merasa spesial karena setiap penumpang sudah disediakan layar dengan remote di bagian lengan kursi. Di dalam TV, sudah tersedia game, film, musik, bahkan ada aplikasi flight untuk ngecek kita udah sampe mana. Pesawat ini juga dilengkapi WiFi, jadi bakal nyaman banget untuk penumpang yang suka browsing untuk killing time. Di perjalanan, pramugari akan memberikan jamuan makanan ke penumpang sebagai fasilitas. Pada saat booking tiket, kita sudah diminta memilih menu makanan. Ada makanan halalnya juga. Yang disediakan adalah menu utama, pencuci mulut yogurt atau es krim, dan juga minuman bisa request teh, kopi, orange juice, apple juice. Meski begitu, porsi makanan ini cukup kecil. Tapi masih mending lah, cukupan untuk ngganjel perut. Hari itu, menu halal yang disediakan untuk kami adalah lamb, sedangkan ada juga opsi kentang untuk anak dan dewasa. Sampai di Changi, kita kemudian transit. Karena anak-anak lapar, jadilah kami makan dulu di kursi-kursi nyaman yang sudah disediakan di bandara. Ada juga yang berbayar, eeeh lha tapi yang gratis aja udah nyaman banget hehehe. Penerbangan kemudian dilanjutkan dari Changi ke Bangkok. Di penerbangan kedua ini, kami juga diberi fasilitas yang sama, bahkan anak-anak juga dikasih mainan lagi. Jadi punya double deh hehehe. Jadi enaknya ngasih berapa ya layanan dari Singapore Airlines? 5 out of 5 mungkin ya, karena udah melebihi ekspektasi. Jarang-jarang bisa naik pesawat keren kayak gini. Very recommended! Satu deret kursi di pesawat memang disediakan khusus penumpang yang bawa baby, jadi musti paham resikonya ya, misalnya penumpang sebelah babynya berisik atau rewel.
pengalaman naik singapore airlines